Langsung ke konten utama

Umar Pun Merinding...

 

Umar Pun Merinding...

Alhamdulillah, Allah masih karuniakan limpahan nikmatnya, berupa kesehatan dan waktu luang. Selepas belakangan ini kami disibukkan dengan beragam hal, sehingga belum sempat menulis lagi di blog ini. In Syaa Allah, hari ini ada pembahasan singkat namun bermakna. Nasihat buat kami pribadi dan umumnya bagi pembaca. Semoga bisa dipetik manfaat.

Allah Rabbul ‘Izzah wal Jalalah berfirman dalam Kitab-Nya yang mulia,

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (Ali ‘Imran 3: 14)

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (Ar-Rum 30: 21)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا تَزَوَّجَ العَبْدُ فَقَدْ كَمَّلَ نَصْفَ الدِّيْنِ ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ البَاقِي

“Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya.” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 625)

Thawus (seorang tabi’in) rahimahullah berkata,

لا يتم نسك الشاب حتى يتزوج

“Tidaklah sempurna ibadah seorang pemuda sampai ia menikah.” (Mushannaf Ibnu Abi Syaibah (VI/7, no. 16143) dan Siyar A’lamin Nubala’ (V/47)

Manusia hidup dengan fitrah ini. Bagaimanapun kita bukanlah Imam Nawawi atau Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Mereka berdua adalah mujtahid yang sangat berkhidmah kepada umat dengan ilmunya. Sehingga saking sibuknya, mereka tak sempat menikah karena maslahat yang lebih besar bagi agama ini. (Lihat: Buku Mahasantri, Rumaysho, hal. 145-146)

Fitnah itu selalu datang. Apalagi dikalangan para pemuda. Kalaulah bukan karena pertolongan Allah, mungkin saja mereka tak akan selamat. Nas’alullah as-salamah wal-‘afiyah.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin berkata,

كثيرا من الشباب يعاني من مشقة العزوبة ولو لا ما عنده من الإيمان بالله عز وجل لذهب يتصيد الفاحشة

“Sekian banyak pemuda menderita karena beratnya masa lajang kalau seandainya bukan karena keimanan kepada Allah yang ada pada mereka, maka sungguh dia akan pergi berusaha mencari-cari perbuatan fahisyah (perbuatan zina).” (Nur ‘alad Darb 15/10)

Semua tahu betapa besarnya fitnah di zaman ini. Sangat banyak sebab yang menimbulkan fitnah yang amat sukar kita hindari.

Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

“Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu untuk menikah, maka menikahlah. Karena menikah itu lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan siapa saja yang belum mampu menikah, maka hendaklah dia berpuasa, karena sesuangguhnya puasa itu bisa berfungsi sebagai tameng.” (HR. Bukhari no. 5066 dan Muslim no. 1400)

Sampai-sampai Imam Ahmad rahimahullah mengatakan, “Sepatutnya orang di zaman sekarang (pada zaman Imam Ahmad, pent.) untuk mencari hutang untuk menikah, supaya dia tidak memandang hal-hal yang tidak halal sehingga amal shalih yang dilakukan menjadi sia-sia.” (Ta’zhim As-Sunnah, hal. 23)

Jika demikian di zaman Imam Ahmad rahimahullah, bagaimana lagi dengan zaman sekarang ini?!

‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu pernah berkata,

“Sungguh aku merinding melihat seorang pemuda yang tidak punya pasangan (menikah).”

Sebagian dari kita pasti mengetahui bagaimana kepribadian ‘Umar? Ya, beliau dikenal sebagai orang yang tegas dan penuh wibawa. Bahkan disebutkan dalam sebuah riwayat, Nabi ‘alaihi sholatu wa sallam bersabda,

إِنِّى لأَنْظُرُ إِلَى شَيَاطِينِ الإِنْسِ وَالْجِنِّ قَدْ فَرُّوا مِنْ عُمَرَ

“Sungguh aku melihat setan dari kalangan manusia dan jin lari dari ‘Umar.” (HR. Tirmidzi no. 3691. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Bagaimana kiranya dengan kita? Seorang seperti ‘Umar bin Khattab saja merinding dengan perkara ini. Allahu Ya Karim.

Ikhwah, tatkala kita meniti jalan menuju cahaya Sunnah, diakui atau tidak, bahwa keinginan untuk menjaga kehormatan ini betul-betul terasa sekali. Semua menginginkan sosok yang punya prinsip satu jalan dengan kita. Dialah orang yang telah Allah pilih bagi kita. Masih terasing dan kita tak tahu siapa dia. Hendaknya kita berhusnuzhon kepada Allah. Dan terus berjuang. Dengan senantiasa berdoa, belajar dan memperbaiki diri ini.

Semoga Allah Ta’ala memberikan taufiq dan kemudahan kepada kita semua, terutama bagi yang memiliki niatan untuk menyempurnakan setengah agamanya. Semoga Allah berikan kemampuan dan menyegerakannya dengan orang yang telah Allah tulis di Lauh Al-Mahfuzh baginya.

 

Catatan: Disini penulis tidaklah sedang mentarbiyah para pembaca. Semoga tidak ada kesalahpahaman. Teringat dengan firman Allah Ta’ala,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?” (Ash-Shaf 61: 2)

Melainkan hanya menyampaikan beberapa untaian faidah dari Kitabullah, Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan perkataan dari para Salaf berkaitan dengan bab ini. Semoga saja bisa menjadi nasihat bagi kita sekalian, terkhusus kepada penulis pribadi.

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك

وأخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Bandung, 18 Desember 2020, Ba’da Ashar di hari Jum’at yang penuh berkah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengatasi Video Story WhatsApp Tidak Sinkron

  Mengatasi Video Story WhatsApp Tidak Sinkron Sebagaimana kita ketahui, bahwa maksimal durasi video yang dapat diposting pada Story WhatsApp terbatas hanya 30 detik. Jika videonya lebih dari 30 detik, maka biasanya kita akan membaginya menjadi beberapa bagian. Kita tinggal menggeser bagian dari masing-masing video tersebut menjadi per 30 detik. Dulu tidak ada masalah ketika kita terapkan cara seperti ini. Video akan tetap tampil dengan baik tanpa ada kendala. Namun, belakangan ini kerap kali ditemui kasus, yakni ketika posting Story Video, di part yang ke-2 dan seterusnya, video yang kita kirim justru menjadi tidak sinkron antara gambar dan suara. Contohnya, ketika saya posting kajian video berdurasi 1 menit. Pada bagian pertama, tidak ada masalah. Adapun ketika di bagian yang kedua, maka antara suara dan gambar menjadi tidak sesuai. Sehingga terkesan menjadi kurang nyaman untuk dilihat.  Pernahkah mengalaminya, teman-teman? Tentu gak enak ya. Seperti kata pepata...

Cara Membuat Blog Pribadi di HP

  Tutorial Lengkap Membuat Blog Pribadi (Bergambar) Selepas beberapa hari yang lalu saya membuat tulisan berjudul, “Saudaraku, Menulislah!” , beberapa pembaca blog ini menghubungi saya dan bertanya, “Bagaimana cara membuat blog pribadi?” Sungguh, merupakan hal yang begitu menggemberikan tatkala banyak diantara teman-teman menanyakan hal ini. Jujur, saya amat bahagia. Ini menunjukkan semangat untuk menulis dan menebar manfaat dikalangan para pemuda muslim belumlah padam. Alhamdulillah. Niat para pembaca yang ingin membuka blog pribadi, In Syaa Allah akan dicatat sebagai kebaikan di sisi Allah. Semoga saja menjadi awal yang baik dalam rangka usaha menyimpan kalimat-kalimat bermanfaat di dunia internet, sehingga bisa menjadi tabungan pahala jariyah ketika kelak kita sudah tiada. Aamiin.   Pertanyaan: Apakah kita harus punya laptop jika ingin membuat blog pribadi? Al-Jawab: Tidak Perlu. Di perangkat yang saat ini sedang pembaca pegang pun, saya katakan sangat bisa digu...

Resensi Buku "Mahasantri"

  Resensi Buku "Mahasantri"   بسم الله الرحمن الرحيم الحمد حمدا كثيرا طيبا مباركا فيه كما يحب ربنا ويرضى واشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له واشهد أن محمدا عبده ورسوله ألذي لا نبي بعده أم بعد Mahasantri, begitulah judulnya. Buku yang ditulis oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal S.T., M.Sc. dan Ustadz dr. M. Saifudin Hakim, M.Sc. Dua orang yang punya latar pendidikan umum, namun tak menghalanginya untuk menuntut ilmu agama. Berisi nasihat, tips, dan renungan bagi kawula muda yang dahulu tak punya background pendidikan agama atau baru hijrah tetapi kemudian hari ini ingin mendalami ilmu agama. Saya amat bersyukur bisa mendapatkan buku ini secara gratis dari Toko Buku Ruwaifi. Karena sejak dulu saya benar-benar penasaran dengan isinya dan berharap bisa membacanya di kemudian hari. Alhamdulillah, di penghujung Kelas Bahasa Arab Nahwu, Al-Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal bersedia menghadiahkan buku ini kepada beberapa peserta. Jazaakumullahu khairan. Sungguh, buku ...

HAKIKAT SALAFY WAHABI

HAKIKAT SALAFY WAHABI Bismillahirrahmanirrahim Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Alhamdulillah wa shallatu wasallam'ala Rasulillah wa 'ala alihi wa ashhabihi ajma'in. Amma ba'du. Akhir-akhir ini kita seringkali mendengar istilah "Salafy Wahabi" di tengah kaum Muslimin. Sebuah istilah yang terasa asing disebagian masyarakat awam. Namun, acap kali diperbincangkan oleh para cendikiawan dan penuntut ilmu. Apabila kita tanyakan kepada masyarakat Indonesia tentang siapakah Salafy Wahabi ini? Maka, akan muncul interpretasi negatif tentang istilah tersebut. Ya, masyarakat Indonesia yang notabene mengikuti Islam secara turun temurun dan masih kental dengan nuansa tradisional dalam beragama seolah telah terdoktrin dengan tuduhan terhadap Salafy Wahabi ini. Konotasi yang muncul dibenak sebagian masyarakat ketika mendengar istilah 'Wahabi' adalah Teroris, ISIS, Radikalis, Ekstrimis, Takfiri, Antek Yahudi, dll. Framing yang dibuat oleh media da...

Adab Copy Paste Tulisan

  Adab Copy Paste Tulisan الحمد لله حمدا كثيرا طيبا مباركا فيه كما يحب ربنا ويرضى واشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأن محمدا عبده ورسوله اما بعد Sudah menjadi hal yang maklum, bahwa manusia yang hidup di zaman ini tidak bisa terlepas dari yang namanya tulisan . Setiap hari, bahkan bisa dikatakan setiap waktu, kita senantiasa menulis. Lewat benda yang saat ini tengah kita pegang, huruf demi huruf diketik dengan jari jemari kita, hingga tertuang menjadi kalimat yang senantiasa kita tebar di beragam media. Walhamdulillah, berkat karunia dan taufiq dari Allah ta’ala, sebagian dari kita telah mengetahui bahwasanya tulisan ini merupakan salah satu sarana menebar kebaikan yang besar ganjarannya di sisi Allah. Lewat tulisan kita bisa membagikan kutipan ayat-ayat Al-Qur’an, Hadits-Hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan kalimat-kalimat yang mengandung mutiara hikmah. Itu semua akan senantiasa tersimpan dan dapat dibaca oleh manusia dalam waktu yang lama, kendati kita ...